Minggu, 17 Mei 2009

puisi pemilu

DIANTARA PEKAT DAN GELAPNYA MALAM
HIDUP SEKELOMPOK MAKHLUK TUHAN
YANG SEDANG MEMIKIRKAN ALAM

HIDUP SALING BERKOMENTAR
HANYA OTAK YANG DI KEDEPANKAN
MEMIKIRKAN HAL YANG KRUSIAL
YANG TAK KUNJUNG TERSELESAIKAN

Kamis, 12 Februari 2009

puisi pulauku

Cukir merdu bersuara
datang dari pebukitan
seakan orang terhipnotis
datang hanya untuknya


Dari kota turun ke desa
ter ombang ambang ambing
oleh ombak yang meng halaunya
hanya untuk mandapatkan cukir
yang terdapat di Pulau kangean

Orang menyebutnya
dengan beragam panggila
pulau keramat
pulau cukir
Itulah yang aku dengar
komentar para pencinta cukir
yang datang dari Kota

puisi pulauku

Rabu, 04 Februari 2009

pengalaman

Hari itu memang menyehatkan. kerja yang semeraut tak kalah bagai burubg yang baru belajar terbang. Aku yang baru belajar dagang sangat mengharukan. Kadang malu kadang bangga. Maklum baru mencoba. Hari itu hari kamis, suasana mendung yang menyelimuti bumi. Aku gendong sebuah tas yang berisikan tempe. Dan aku bawa menulusuri gang yang penuh dengan tembok. Maklum suasananya bukan di Desa. kalau desa penuh pagar kayu, tapi kalu kota penuh dengan pagar tembok yang berduri, bahkan ada juga yang masih tertutup walaupun matahari setinggi pohaon pinang. Dengan semangat yang tinggi, baru beberapa jam aku melangkah di pagi hari. Aku sudah mulai mules. Soalnya aku belum sempat sarapat tau. Dari sangkeng semangatnya. memang hidup ini penuh pengorbanan. Bahkan dari khusuknya aku sempat tidak sadarkan diri kalu aku belum sarapan di pagi hari. Padahal kalau lambat sarapan maag akan mudah datang. Makanya kalu kamu lagi semangat-semangatnya kerja jangan lupa sarapan jangan kayak aku. Udah dulu ye................!sampai jumpa di pengalaman selanjutnya.